Dia Terukir di Batu-Batu Penyaksi

Pendidikan —Sabtu, 6 Nov 2021 18:41
    Bagikan  
Dia Terukir di Batu-Batu Penyaksi
Dia Terukit di Batu-Batu Penyaksi / Pinterest

MATAJOGJA

Oleh: Amir Machmud NS


SIMPANG BIJAK EMPU MANUKU

atas nama apa hatinya bersikeras
ikut menuntaskan Sambarabudara?

Rakai Pikatan yang tahu pertimbangannya

dalam lingkar kuasa Wangsa Syailendra
dia tunjukkan kepada Samaratungga
tulus pengabdian untuk sang mertua
meneruskan kerja Rakai Panangkaran
dalam citra kejayaan Budha

sang kesatria melangkah di simpang bijak

atas nama apa pula dia mendirikan Syiwaghra?
demi keseimbangan syiar Hindu di Jawadwipa
dia tunjukkan kepada wangsa Sanjaya
tak melupakan bakti agama

dia dituntun jejak hati
bersama Pramodyawardhani
menjaga Medang dengan cinta
membuka keragaman agama
di rerumpun beda wangsa

Baca juga: Menikmati keindahan Pantai Slili yang Diapit Oleh Dua Bukit

Baca juga: Cerita Mistis Seorang Penyihir yang Penuh dengan Dendam


dalam cerdik visi politik
dipersembahkannya Candi Plaosan
untuk Sang Rani dalam iman Budha
menjadi altar pembuktian cinta

seleluasa itukah dia membangun penanding
cahaya Sambarabudara
membawa Candi Trimurti
menjulang ke langit dunia?

Sambarabudara berbalur cinta
lewat filosofi Gunadarma
berdarma memberi guna
menggaungkan simbol kebesaran Budha

dengan Gunadarma yang samakah
dia membangun Syiwaghra?

Empu Manuku melangkah di simpang bijak
memutuskan di simpang hati
mengusung gagasan
di simpang politik negara

lewat cinta disatukan dua wangsa
visi candi mendinginkan beda keyakinan
melahirkan mahakarya Sambarabudara
menjulangkan citra Prambanan

adilkah sejarah menepikan
posisi ketokohan Rakai Pikatan
dalam kebesaran Nusantara?

bahkan sejarah pun terasa meninggalkan
di simpang pengakuan.
(2020)

Baca juga: Belajar Cepat Menghitung Perkalian dengan Metode Jarimatika

Baca juga: Food Recipes: How To Make Delicious Anti-Complicated Tempeh Steak



DIA TERUKIR DI BATU-BATU PENYAKSI

melanglang imajinasi
di antara keagungan mahkota raja-raja
di tengah mitos dan prasasti
terukir di batu-batu penyaksi
tanpa pupuh syair pemuja
di lontar resmi sejarah bangsa

menembus zaman di langit gagasan
Empu Manuku Rakai Pikatan
dengan angan cemerlang
mempertemukan keyakinan
agama bukan alas semangat
untuk mendikte dan menguasai

dengan cinta
dia membuka terang
melukis diksi hati
di dinding candi
menera rasa
di pucuk-pucuk karya
mengukir pesan waskita

demi bijak masa depan
Rakai Pikatan menyusun tanda
tentang kejayaan antarwangsa
Syailendra dan Sanjaya
bergandeng menuju muara

dengan cinta
dia ungkapkan welas asih sesama
candi hanya tanda
tentang ikhtiar batin manusia.
(2020)


-- Dua puisi di atas merupakan bagian dari Antologi Percakapan dengan Candi (2021) yang merupakan salah satu karya Amir Machmud NS di samping Tembang Kegelisahan (2020), Kematian, Setiap Kali (2021), dan Dari Peradaban Gunadarma (2021).

Puisi-puisi wartawan suarabaru.id asal Semarang ini juga tersebar di sejumlah antologi bersama dan beberapa media. Sejak 1994, dia tel;ah menerbitkan 20 buku jurnalist5ik, sepak bola, biografi tokoh, dan sastra.

Baca juga: Jateng Berangkatkan 10 KK Transmigran Akhir Tahun 2021

Baca juga: Museum History Of Java, Tempat Wisata yang Menyuguhkan Benda Purbakala di Jawa Tengah

Baca juga: Food Recipes: How To Make Delicious Ebi Furai, Perfect For Rice Friends

Baca juga: Vanessa Angel mengalami kecelakaan di Tol Jombang, Jawa Timur

Editor: Laila
    Bagikan  

Berita Terkait