Situs Peninggalan Sejarah di Pangandaran Batu Cikabuyutan Hilang

News —Jumat, 15 Oct 2021 13:16
    Bagikan  
Situs  Peninggalan Sejarah di Pangandaran  Batu Cikabuyutan Hilang
Situs Peninggalan Sejarah di Pangandaran Batu Cikabuyutan Hilang/postpangandaranj

PANGANDARAN, MATAJOGJA

Berita di pangandaran, menghebohkan warga pangandaran dengan Situs batu Cikabuyutan yang merupakan salah satu peninggalan sejarah di Kabupaten Pangandaran menghilang.

Situs batu Cikabuyutan yang hilang tersebut semula berada di Dusun Binangun, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Salah Seorang budayawan Kabupaten Pangandaran Abah Kundil menyebutkan, batu Cikabuyutan menyerupai gajah yang terbagi menjadi tiga bagian.

"Ada bagian kepala, bagian badan dan bagian ekor," terang Kundil.


Baca juga: Ganjar Pranowo: Gibran dan Bima Arya Pemimpin Muda dan Keren

Menurut Kundil, dari tiga bagian batu Cikabuyutan saat ini yang ada hanya bagian kepala saja. Batu Cikabuyutan ini sudah ada sejak tahun 1800, masyarakat meyakini batu tersebut merupakan salah satu simbol pemberi informasi bencana alam.

Batu Cikabuyutan digunakan oleh orang tua terdahulu bernama Aki Geude dan Nini Geude.

"Jika akan terjadi bencana alam, batu Cikabuyutan biasanya berputar dan mengeluarkan dentuman suara yang menggelegar," ungkapnya.
Kalau batu itu berputar dan mengeluarkan suara mengelegar, kata dia, Aki Geude dan Nini Geude langsung memberi kabar masyarakat akan terjadi bencana alam dan harus berhati-hati.

Baca juga: Some Cool and Unique Hotels if You Visit Indonesia

"Pada tahun 1970 ke tiga batu Cikabuyutan sempat menghilang dan ditemukan oleh Eyang Ajasana namun tidak lama setelah ditemukan kembali menghilang dan pada tahun 1990 ditemukan lagi oleh Abah Asnawi namun ditempat yang berbeda," tuturnya.

Abah Asnawi menemukan batu Cikabuyutan di komplek Bandara Udara Nusawiru dan berdasarkan kesepakatan para tokoh akhirnya dikembalikan ke tempat asal.

Kundil menjelaskan, saat ini para tokoh budayawan masih mencari keberadaan sebagian dua batu Cikabuyutan bagian badan dan ekornya yang hilang.

"Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan dua batu Cikabuyutan untuk berkoordinasi dengannya supaya barang bersejarah tersebut terdata dan tertata sesuai keasliannya," pinta Kundil, (Deni)

Sumber: postpangandaran.com

Baca juga: 3 Tips For You o Wake Up Early

Editor: Ilham
    Bagikan  

Berita Terkait