Bekerja Harus Tapi Jangan Berlebihan, Ini Tanda Kamu Butuh Liburan untuk Recovery Kesehatan Mental

Kesehatan —Sabtu, 2 Oct 2021 14:55
    Bagikan  
Bekerja Harus Tapi Jangan Berlebihan, Ini Tanda Kamu Butuh Liburan untuk Recovery Kesehatan Mental
Stress Bekerja | Pinterest

MATAJOGJA- Liburan sebagai bentuk refreshing terbukti dapat mengurangi tingkat stres, memulihkan kondisi tubuh dan pikiran (recovery), dan meningkatkan kesejahteraan Anda. Namun, liburan yang dimaksud bukan berarti yang mewah, seperti ke luar negeri. Bisa saja hanya melakukan staycation di tempat Anda tinggal.

Menjaga level stres tetap terkendali salah satunya bisa dilakukan dengan menyeimbangkan kesibukan dan waktu bersantai. Jika tidak, seseorang bisa saja mengalami burnout hingga mulai tidak fokus. Ini adalah tanda-tanda sedang butuh liburan.

Hal yang bisa paling penting dari liburan ialah Anda berkesempatan pergi ke suatu tempat. Di sana, Anda dapat berhenti sejenak dari rutinitas, bersenang-senang dengan keluarga atau sahabat, menenangkan diri, menikmati dan mensyukuri hidup.

Hal ini tentunya membuat Anda lebih rileks dan bahagia. Apalagi bisa bersama dengan orang yang dicintai selama beberapa waktu. Liburan juga bisa dijadikan cara untuk mendekatkan kembali antara Anda dan orang-orang yang dicintai.

Baca juga: Hidup Sehat Dengan Diet Raw Food, Diet Makanan Dengan Sedikit Pengolahan

Tanda-tanda butuh liburan

Tubuh dan pikiran bekerja dengan cara menakjubkan, bisa memberikan sinyal ketika merasa butuh liburan. Beberapa tanda-tandanya adalah:

1. Stres berlebih

Tubuh manusia didesain agar bisa merespons stres dalam rentang waktu singkat. Namun ketika stres terjadi terus-menerus dan dalam waktu lama, bisa menjadi stres kronis. Di situlah pintu masuk terjadinya masalah kesehatan yang sesungguhnya.

2. Masalah kesehatan

Stres kronis tadi juga akan membuat seseorang lebih rentan mengalami masalah kesehatan. Mulai dari pusing terus-menerus, tekanan darah tinggi, hingga masalah pencernaan. Tentu saja, ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Bahkan, ketika level stres telah terakumulasi mencapai level tertentu, akan menjadi seperti bola salju. Tubuh dan pikiran terus-menerus berada dalam fase reaktif dan membuat kewalahan.

Baca juga: Cara Kerja Kafein dan Manfaatnya

3. Kewalahan merespons berbagai hal

Tanda-tanda butuh liburan lainnya adalah ketika seseorang kewalahan merespons berbagai hal. Bahkan, kejadian yang seharusnya menyenangkan atau positif pun tak bisa dinikmati sepenuhnya. Terlebih jika kejadian itu perlu energi untuk bisa dinikmati.

4. Performa bekerja menurun

Hal lain yang juga terlihat adalah bagaimana kinerja di kantor. Mulai dari sering sinis tentang pekerjaan, sulit berkonsentrasi, kurang motivasi, mood buruk, dan secara umum kerap melakukan kesalahan. Sebelum berlarut-larut, sebaiknya segera luangkan waktu untuk bersantai demi meredakan stres.

5. Siklus tidur berantakan

Stres juga sangat berkaitan dengan siklus tidur. Ketika tidur malam tidak optimal, tentu juga akan berdampak pada performa keesokan harinya. Kualitas tidur yang buruk ini pun akan membuat sistem imun tak bisa bekerja dengan optimal.

Baca juga: Pengertian Gaslighting: Perlakuan Manipulasi Hubungan Berikut Tanda dan Cara Menanganinya

6. Pelampiasan yang tidak sehat

Bukan tidak mungkin pula, melampiaskan diri pada hal-hal yang negatif juga merupakan tanda butuh liburan. Contohnya lari ke minuman beralkohol hingga obat-obatan narkotika. Ini biasanya berlangsung bersamaan dengan kecenderungan seseorang menutup diri dari orang terdekatnya.

7. Mudah sakit

Sering sakit, sembuh sebentar, lalu sakit lagi? Mungkin ini juga sinyal tubuh bahwa Anda butuh liburan. Bisa jadi, rutinitas yang dijalani selama ini sangat tidak sehat dan membuat sistem kekebalan tubuh pun kewalahan.
Jadi, coba cermati pula apakah rutinitas sehari-hari Anda kerap mengganggu kesehatan? Contohnya mengganggu waktu tidur, lembur terus-menerus, melelahkan, dan sebagainya.

8. Gagal memecahkan masalah

Ketika menghadapi masalah, kemampuan problem-solving menjadi sangat penting. Namun ketika butuh liburan, bisa saja Anda kesulitan memecahkan masalah yang sepele sekalipun. Tak hanya itu, masalah sederhana saja bisa tiba-tiba menjadi luar biasa genting karena kegagalan menanganinya.

Baca juga: Cara Merawat Kulit Agar Sehat dan Kenali Ciri-Cirinya

9. Pertanyaan dari orang sekitar

Jika belakangan ini Anda kerap mendapatkan pertanyaan keheranan dari orang sekitar seputar “apakah sedang baik-baik saja?” ini juga tanda-tanda butuh liburan. Pertanyaan ini bisa datang dari rekan kerja, teman, dan juga keluarga.
Lebih jauh lagi, apabila dibiarkan sangat mungkin orang sekitar yang semula masih mau bertanya kini memutuskan menarik diri. Sebab, mungkin saja Anda lebih mudah tersinggung sehingga orang memilih menjaga jarak.

10. Merasa terjebak dalam pekerjaan

Apabila Anda jarang sekali bisa rehat sejenak dari pekerjaan apalagi berlibur, sangat mungkin muncul pikiran bagaimana bisa berada dalam posisi ini. Tidak ada lagi ingatan tentang mengapa Anda menginginkan pekerjaan ini dulunya. Rasa bahagia datang di hari pertama bekerja pun sirna.
Ini adalah tanda-tanda serius terjadinya burnout. Selain berlibur, ingat kembali apa motivasi bekerja yang paling utama. Dengan menggambarkan apa yang jadi motivasi bekerja, ini akan memberi suntikan semangat.

Liburan diperlukan sebagai suatu momen untuk menyegarkan tubuh dan pikiran Anda dari rutinitas.
Berlibur juga tidak perlu yang mewah melainkan lebih mengedepankan waktu berkualitas untuk diri Anda bersama keluarga dan sahabat. 

Editor: Reza
    Bagikan  

Berita Terkait