Beberapa Faktor yang Menyebabkan Koeman Dipecat

Dunia Bola —Jumat, 29 Oct 2021 13:40
    Bagikan  
Beberapa Faktor yang Menyebabkan Koeman Dipecat
Beberapa Faktor yang Menyebabkan Koeman Dipecat/pinterest

MATAJOGJA

Ronald Koeman resmi dipecat oleh Barcelona dari posisi pelatih. Pemecatan dilakukan tidak lama setelah Barcelona kalah dari Rayo Vallecano pada duel pekan ke-11 La Liga hari Kamis (28/10/2021).

Barcelona hanya 3 kali menang pada 10 laga terakhirnya. Catatan buruk inilah yang membuat Koeman berada dalam tekanan. Situasi semakin kusut usai klub Catalan ini kalah dari Real Madrid dipekan lalu.

"FC Barcelona telah membebaskan Ronald Koeman dari tugasnya sebagai pelatih tim utama. Presiden klub, Joan Laporta, memberi tahu dia tentang keputusan tersebut setelah kekalahan melawan Rayo Vallecano," tulis Barcelona di situs resmi mereka.

Koeman memberikan gelar juara Copa del Rey pada Barcelona musim 2020/2021 yang lalu. Tetapi, sepanjang karier sebagai pelatih Barcelona, pria berkebangsaan Belanda itu punya banyak masalah yang akhirnya menjurukannya ke pintu pemecatan.

Simak inilah beberapa faktornya.

Baca juga: West Ham United vs Manchester City. Skor 0-0 Harus Dilajutkan Adu Penalti 5-3  

  • Berselisih Dengan Pemain

Ada banyak masalah di Barcelona dalam tiga musim belakangan ini. Bukan hanya pada manajemen dan finansial, tapi juga dengan para pemain. Celakanya, Koeman tak segera memadamkan percikan api kecil dalam skuad.

Koeman bergeming dengan masalah yang dihadapi Riqui Puig. Ada banyak pihak, termasuk Joan Laporta yang ingin Puig lebih sering bermain. Puig diklaim bisa jadi kunci kembalinya indentitas permainan Barca. Koeman tak kunjung memainkan Puig, begitu pula Samuel Umtiti.

  • Membuang Pemain Kunci

Koeman adalah tipe pelatih yang terbuka dalam mengkritik pemain. Dari awal, ia sudah membangun hubungan buruk dengan beberapa pemain senior. Salah satunya adalah menendang Luis Suarez.

Koeman menendang Suarez dengan alasan usia Suarez yang tak lagi muda. Padahal, dia adalah rekan terbaik Lionel Messi di lini depan. Ada banyak kekecewaan atas keputusan dari Koeman ini. Apalagi, Koeman tak memperlakukan Suarez layaknya pemain penting.

Baca juga: Liverpool vs Preston North End. Memainkan Lapis Dua Liverpool Berhasil Menang 2-0

  • Clash Dengan Joan Laporta

Koeman membuat segalanya menjadi rumit bagi dirinya sendiri. Sejak awal, Koeman punya hubungan yang membaik atau memburuk dengan Joan Laporta. Mereka kerap kali berbeda pendapat, tapi anehnya memilih untuk bersama.

Musim lalu, Laporta sempat memberikan isyarat pada media bahwa klub mencari opsi pelatih baru bagi Barca. Koeman kesal dan meminta Laporta tidak banyak bicara tentang urusan itu pada pers. Tapi, setelah juara Copa del Rey, hubungan mereka sempat membaik kembali.

  • Mengabaikan Taktik Tiki-Taka

Barcelona adalah klub yang berbeda. Klub asal Catalan itu punya filosofi bermain yang menjadi ciri khasnya tersendiri. Tiki-taka telah menjadi indentitas klub yang diwariskan secara turun-temurun dan diajarkan sejak usia dini.

Koeman menanggalkan taktik tiki-taka. Selain itu juga dia formasi 4-3-3 dan gaya bermain umpan pendek tidak digunakannya. Pada duel melawan Granada di pekan ke-6 La Liga 2021/2022, Barcelona melepaskan 54 umpan silang. Ini adalah jumlah yang tidak wajar bagi Barcelona.

Koeman membela diri dengan berdalih "tidak ada pemain untuk tiki-taka," katanya.

  • Hasil Laga yang Buruk

Pada era Ronald Koeman, Barcelona tak pernah menang melawan Real Madrid. Bukan tidak pernah menang lagi, tapi selalu kalah! Tiga laga El Clasico dimainkan dalam arahan Koeman, tiga kali pula Barcelona kalah.

Selain itu, Barcelona juga kerap kali meraih hasil yang tidak memuaskan lainnya. Terutama pada Liga Champions. Musim ini, Barcelona dua kali kalah dengan skor 3-0, lawan Bayern Munchen dan Benfica.

Di musim lalu, Barcelona dipermalukan oleh Juventus dan PSG di kandang sendiri. Barcelona kalah dengan skor 3-0 dari Juventus dan kalah 4-1 dari PSG.(FR)

Baca juga: Chelsea vs Southampton. Skor 1-1 Dilanjutkan Adu Penalti

Editor: Ilham
    Bagikan  

Berita Terkait