Chelsea Vs Barcelona. Semifinal Liga Champions 2009 yang Penuh Kontroversial

Dunia Bola —Minggu, 24 Oct 2021 12:41
    Bagikan  
Chelsea Vs Barcelona. Semifinal Liga Champions 2009 yang Penuh Kontroversial
Chelsea Vs Barcelona. Semifinal Liga Champions 2009 yang Penuh Kontroversial

MATAJOGJA

Liga Champions merupakan salah satu ajang bergengsi bagi klub-klub besar Eropa. Liga ini pun banyak memperlihatkan sengit dan adu taktik para pelatih. Selain duel dan adu taktik, terkadang pertandingan ini juga penuh kontroversi.

Seperti halnya pada semifinal tahun 2009 yang bisa dibilang bahwa salah satu laga kontroversial dalam sepak bola. Kala itu Chelsea selaku tuan rumah menjamu Barcelona yang datang ke Stamford Bridge.

Wasit Tom Henning Ovrebo yang memandu jalannya pertandingan, dinilai terlalu banyak memberikan keputusan kontroversial yang merugikan tim tuan rumah Chelsea. Barcelona dan Chelsea berhadapan di Stamford Bridge dengan posisi agregat sama kuat 0-0 hasil laga leg pertama di Camp Nou.

Laga dimulai, pertandingan yang baru berjalan 9 menit Chelsea langsung mencetak gol ke gawang Victor Valdes lewat sepakan keras Michael Essien. Dengan ini Chelsea unggul dengan skor sementara 1-0.

Baca juga: Jorge Masvidal Peraih Rekor KO Tercepat di UFC

Keputusan kontroversial pertama datang saat Dani Alves menjatuhkan Malouda di dalam kotak penalti. Pemain Chelsea melakukan protes pada wasit berkebangsaan Norwegia tersebut. Namun wasit menganggap itu terjadi diluar kotak penalti dan hanya memberikan tendangan bebas pada Chelsea.

Beberapa waktu kemudian Didier Drogba memiliki kesempatan untuk menggandakan keunggulan. Namun sayang, Drogba yang saat itu tengah menggiring bola dijatuhkan oleh Eric Abidal dialam kotak penalti. Meski demikian Ovrebo memilih tidak peduli dan seakan dia sangat yakin bahwa itu bukanlah sebuah pelanggaran.

Babak pertama pertandingan berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Chelsea.

Memasuki babak kedua Ovrebo seakan semakin menjadi-jadi. Petr Cech yang melakukan long pass di sambut oleh Nicolas Anelka. Bola sontekan dari Anelka mengenai tangan bek Barcelona Gerard Pique di dalam kotak penalti. Lagi dan lagi Ovrebo menolak untuk melihat tersebut sebagai pelanggaran dan menolak memberikan hadiah penalti pada Chlesea.

Baca juga: Arsenal vs Aston Villa, Arsenal Menggasak Aston Villa Dengan Skor 3-1

Petaka bagi Chelsea, Barcelona berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-93 melalui gol Andreas Iniesta. Skor menjadi 1-1 bagi kedua tim.

Puncak emosi para pemain Chelsea terjadi diakhir laga. Chelsea sebenarnya memiliki kesempatan untuk membalikan keadaan tendangan sudut Lampard pada saat itu disambut tendangan keras oleh Michael Ballack ke arah gawang. Namun tendangan Ballack mengenai tangan dari Samuel Eto’o di dalam kotak penalti.

Ini bisa jadi pembalik keadaan jika saat itu Chelsea di berikan penalti. Namun Ovrebo tidak memperdulikan hal ini dan tetap melanjutkan laga. Ballack pun sempat mengejar Ovrebo dan melakukan protes, namun dia tetap acuh.

Peluit panjang tanda akhir laga ditiup, Chelsea pada saat itu harus mengubur mimpinya untuk bisa lanjut kebabak final Liga Champions. Seusainya kemarahan dari para pemain tidak terbendung lagi. Bahkan Didier Drogba  menghadap ke kamera sambil berteriak “Are you watching this? This is f*ck*ng disgrace” yang artinya “Apakah kalian melihat ini? Ini sungguh memalukan”.

Beberapa tahun kemudain Ovrebo baru mengakui kesalahannya tersebut. Ia pun bercerita bahwa sempat mendapat beberapa pesan ancaman pembunuhan terkait keputusannya dalam pertandingan tersebut. Namun begitulah hidup, andai saja Ovrebo melakukan keputusan yang tepat pada laga itu, Chelse bisa saja melaju ke babak Final dan menjuarai Liga Champions saat itu.(FR)

Baca juga: Battle of Nuremberg, Brutalanya Laga Portugal vs Belanda Piala Dunia 2006

Editor: Ilham
    Bagikan  

Berita Terkait